Senin, 12 Desember 2016

Pulau Bidadari

Pulau Bidadari merupakan salah satu resor di Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta. Sebelum bernama Pulau Bidadari, pulau ini memiliki dua nama yaitu Pulau Sakit dan Pulau Purmerend.

Transportasi

Perjalanan menuju resor ini tidak membutuhkan waktu yang lama karena masih berdekatan dengan daratan Jakarta. Dari dermaga marina Taman Impian Jaya Ancol, perjalanan menuju ke resor ini hanya membutuhkan waktu setengah jam dengan menggunakan kapal cepat (speedboat) milik pengelola pulau. Karena dekat dengan Jakarta, pengunjung yang datang ke resor ini ada yang menggunakan jetski.
Dalam satu hari setidaknya ada dua hingga tiga kali keberangkatan kapal dari dermaga Marina Ancol dan dari pulau. Jadwal keberangkatan kapal, paling banyak pada hari Sabtu sedangkan pada hari biasa, jadwal keberangkatan kapal hanya dua kali, yakni pada jam 08.00 pagi dan jam 10.00.

Perjalanan

Sepanjang perjalanan menuju resor ini, bisa disaksikan gugusan pulau yang sarat dengan nilai sejarah seperti Pulau Cipir (Pulau Kahyangan), Onrust dan Kelor. Pulau-pulau tersebut pernah digunakan oleh penjajah VOC Belanda sehingga banyak terlihat bangunan-bangunan peninggalan Belanda seperti benteng dan pelabuhan kuno.

Sejarah

Pada abad ke-17, pulau ini merupakan penunjang aktivitas Pulau Onrust karena letaknya yang tidak berjauhan dengannya. Karena menjadi penunjang, di pulau ini dibangun pula sarana-sarana penunjang. Pada tahun 1679, VOC membangun sebuah rumah sakit lepra atau kusta yang merupakan pindahan dari Angke. Karena itulah, pulau ini sempat dinamakan Pulau Sakit.
Saat bersamaan, Belanda mendirikan benteng pengawas. Benteng yang dibangun ini lebih berfungsi sebagai sarana pengawasan untuk melakukan pertahanan dari serangan musuh. Sebelum pulau ini diduduki oleh Belanda, orang Ambon dan Belanda pernah tinggal di pulau ini.
Sekitar tahun 1800, armada laut Britania Raya menyerang pulau ini dan menghancurkan bangunan di atas pulau ini. Sekitar tahun 1803 Belanda yang kembali menguasai Pulau Bidadari dan membangunnya kembali. Akan tetapi Britania kembali menyerang tahun 1806, Pulau Onrust dan Pulau Bidadari serta pulau lainnya hancur berantakan. Tahun 1827 pulau ini kembali dibangun oleh Belanda dengan melibatkan pekerja orang Tionghoa dan tahanan. Bangunan yang dibangun adalah asrama haji yang berfungsi hingga tahun 1933.
Pulau ini sebelum menjadi resor sempat kosong dan tidak berpenghuni sampai dengan tahun 1970. Bahkan pulau ini tidak pernah dikunjungi orang. Pada awal tahun 1970-an, PT Seabreez mengelola pulau ini untuk dijadikan sebagai resor wisata.
Semenjak tahun 1970 ini, untuk menarik pengunjung, pulau ini berganti nama menjadi Pulau Bidadari. Alasan pengambilan nama menjadi Pulau Bidadari diilhami dari nama pulau lainnya di Kepulauan Seribu seperti Pulau Putri, Pulau Nirwana, dan lainnya.

Objek wisata

Peninggalan-peninggalan bersejarah dari zaman penjajahan Belanda menjadi daya tarik tersendiri di Pulau Bidadari. Di resor ini memang ditawarkan untuk menginap sembari bersantai menikmati suasana laut.
Karena letaknya berdekatan dengan Jakarta, banyak pengunjung yang datang sekadar berwisata sehari atau tidak menginap yang lebih dikenal dengan One Day Tour. Saat ini untuk paket One Day Tour, pengunjung sudah mendapatkan fasilitas antar pulang ke pulau dari dermaga Marina Ancol, makan siang, water sport (banana boat / water sofa), kunjungan ke tiga pulau terdekat yakni pulau khayangan, Onrust dan Kelor), sepeda dan tiket Fantastic Eco-park Parade di Taman Impian Jaya Ancol. Pengunjung yang datang di sini selain ingin bersantai menikmati sejuknya angin laut, juga ingin melihat bangunan-bangunan bersejarah yang berada di Pulau Bidadari.

Fasilitas

Berbeda dengan resor lainnya, resor Pulau Bidadari memiliki resor yang berada di atas laut atau yang dikenal dengan cottage apung (floating cottage). Cottage ini berupa rumah panggung di atas air layaknya perkampungan nelayan. Selain itu juga terdapat cottage di darat yang terdiri dari dua model yakni model panggung dan bukan panggung. Cottage model panggung didesain mirip dengan rumah adat minahasa.
Bila ingin berwisata air maka bisa bermain dengan banana boat, jetski, kano atau kayak laut dan sejumlah aktivitas lainnya seperti memancing dan berenang di pantai.
Di bibir pantai terdapat sejumlah pendopo untuk tempat duduk bersantai atau sekadar rebahan melepas kepenatan dan menikmati sejuknya hembusan angin pantai. Resor Pulau Bidadari juga memiliki taman yang berada di bawah rindangnya pohon-pohon sehingga tak perlu khawatir akan kepanasan.
Bila pengunjung hendak menyeberang ke Pulau Onrust, pengelola pulau menyediakan speedboat kecil untuk mengantar.












6 Spot Wisata Pelabuhan Ratu di Sukabumi Terpopuler


Kawasan wisata Pelabuhan Ratu adalah salah satu destinasi paling menarik yang dapat Anda kunjungi saat berada di Kabupaten Sukabumi. Karakteristik wisata Pelabuhan Ratu terdapat pada tebing karang yang terjal, ombak lautnya yang besar, serta panorama pantai yang memikat hati. Inilah sebab mengapat salah satu tempat wisata di Sukabumi ini menjadi destinasi yang digemari oleh banyak penikmat perjalanan dari mancanegara.
Secara administratif, Pelabuhan Ratu adalah sebuah kecamatan yang terhimpun dari sembilan desa dan satu kelurahan. Letak geografinya yang berbatasan langsung dengan perairan lepas Samudera Hindia menyuguhkan Anda sejumlah pesona wisata bahari yang mengagumkan, mulai dari panorama yang indah hingga scuba diving yang berkesan. Dari Jakarta, jarak perjalanan ke Pelabuhan Ratu mencapai sekitar 137 Km dan memakan waktu sekitar 3 – 4 jam perjalanan. Sementara dari Bandung ke Pelabuhan Ratu, berjarak sejauh 153 Km.
Salah satu hal unik tentang kawasan wisata Pelabuhan Ratu ini adalah kisah mistis yang kerap dikaitkan dengan Nyi Roro Kidul. Ini tak lepas dari posisi pantainya yang merupakan bagian dari pantai selatan Jawa. Mitos dan kisah mistis ini adalah kearifan lokal, menjadi bagian tak terpisahkan dari popularitas Pelabuhan Ratu itu sendiri sebagai salah satu destinasi wisata paling menawan di Sukabumi dan disukai banyak penikmat perjalanan domestik dan mancanegara.
Alamat Pelabuhan Ratu: Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
Peta lokasi: klik di sini
Koordinat GPS: -6.9816898,106.5433509

Spot Menarik Wisata Pelabuhan Ratu

Berikut ini adalah sejumlah spot dan tempat menarik yang dapat Anda temukan di kawasan wisata Pelabuhan Ratu di Sukabumi.

1. Pantai Pelabuhan Ratu

Inilah tempat wisata paling terkenal di Sukabumi, merupakan destinasi utama bagi siapun yang mengunjungi kawasan wisata Pelabuhan Ratu. Pantai Pelabuhan Ratu memberi suguhan panorama yang menawan, berbalut udara sejuk, dan pasir yang terhampar luas. Di pantai ini, Anda akan menjumpai bebatuan karang terjal yang menjorok ke laut serta hutan cagar alam pada sisi lainnya. Deburan ombak kencang yang menghantam karang semakin menambah panorama indah pantai di Sukabumi yang satu ini.

Pantai Pelabuhan Ratu
Cara paling populer yang dilakukan wisatawan di pantai Pelabuhan Ratu ini adalah dengan bermain-main di tepian pantai, bersantai menikmati alam sekitar, hingga memancing. Jika ingin, Anda dapat menyewa kuda yang akan mengantarkan Anda berkeliling kawasan pantai tersebut.
Baca juga: Pesona 7 Tempat Wisata di Sukabumi Paling Memikat

2. Scuba Diving di Pelabuhan Ratu

Keindahan alam bawah laut Pelabuhan Ratu adalah salah satu yang menawan yang dapat Anda temui. Meski dikenal dengan arus lautnya yang besar, tetapi tidak semua tempat di kawasan Pelabuhan Ratu memiliki ombak besar dan arus yang kuat. Beberapa spot diving di Pelabuhan Ratu yang terkenal adalah Sodong Parat, Karang Antuk, dan Batu Kuok. Dari ketiganya, Karang Antuk adalah yang paling disukai para penikmat diving.

Diving di Pelabuhan Ratu
Anda dapat menghubungi dive operator di Pelabuhan Ratu untuk dapat mengeksplorasi pesona eksositem bawah lautnya yang menawan. Terdapat aneka spesies ikan dengan warna-warni yang indah dan terumbu karang.

3. Goa Lalay


Goa Lalay di Pelabuhan Ratu
Di Goa Lalay, terdapat jutaan kelelawar yang hidup di dalamnya. Ketika hari menjelang senja pada sekitar pukul 5 sore, gerombolan kelelawar biasanya akan mulai terbang keluar dari dalam gua tersebut. Lokasi goa yang hanya berjarak beberapa meter dari bibir pantai memungkinkan Anda untuk dapat menikmati sunset di Pelabuhan Ratu sekaligus menyaksikan atraksi ribuan kelelawar terbang yang sungguh unik tersebut.

4. Pantai Cimaja

Inilah pantai yang berlokasi dekat dengan Pelabuhan Ratu di Sukabumi dan menjadi salah satu tempat surfing paling favorit bagi para peselancar. Pantai ini tidak asing di kalangan surfer nasional dan internasional. Pantai Cimaja memiliki ombak yang besar dengan ketinggian ombak hingga mencapai 4 meter. Beberapa kompetisi surfing pernah terselenggara di pantai ini. Di saat akhir pekan, pantai ini akan ramai oleh para surfer.

Pantai Cimaja
Tetapi, pantai Cimaja tidaklah hanya untuk kegiatan berselancar saja. Di pantai ini Anda dapat menghabiskan waktu dengan bersantai sambil menikmati pemandangan bebatuan kali bulat-bulat yang terdapat di sepanjang pantai serta menyaksikan para peselancar mempertunjukkan kebolehannya menerjang ombak Cimaja, berliuk-liuk mengikuti gerakan gelombang.

5. Pantai Karang Hawu


Pantai Karang Hawu
Lokasi pantai ini juga dekat dengan area wisata Pelabuhan Ratu. Pemandangan karang dan tebing yang menjorok ke laut adalah panorama unik yang dapat Anda temui di pantai Karang Hawu. Pesona alam di kawasan ini sungguh memikat, menyuguhkan Anda keindahan sepanjang horizon yang tersaji di depan di mata. Memancing dan berenang adalah beberapa kegiatan yang populer dilakukan wisatawan di pantai ini, terutama di kala pagi dan sore hari. Selain itu, berselancar juga merupakan kegiatan lain yang cukup sering dilakukan wisatawan di pantai Karang Hawu.

6. Pemandian Air Panas Cisolok

Tak jauh dari kawasan wisata Pelabuhan Ratu, Anda dapat pergi dengan mudah ke tempat pemandian air panas yang berlokasi di desa Cisolok. Keunikan air panas Cisolok adalah pada airnya yang keluar melalui bebatuan dengan tiga titik sembur. Air panas yang keluar dari titik sembur ini bersuhu tinggi mencapai 80 derajat Celcius, oelh karenanya Anda tidak diperbolehkan berada dekat dengan titik sembur tersebut.

Air Panas Cisolok
Cukup jarang ditemui pemandian air panas di kawasan pantai, sebab pada umumnya berada di daerah pegunungan sebagaimana yang dapat ditemukan di Ciater, Ciwidey, atau Gunung Pancar. Berendam di pemandian air panas ini dipercaya akan berkhasiat bagi kesehatan tubuh. Satu hal lagi, air panas Cisolok ini tidak mengandung belerang, melainkan berasal dari Geyser bumi.

Hotel di Kawasan Wisata Pelabuhan Ratu

Kawasan wisata Pelabuhan Ratu memiliki sarana dan prasarana yang baik. Anda dapat menemukan banyak pilihan hotel dan penginapan di tempat ini, mulai dari yang berbintang hingga aneka villa. Mungkin Anda harus melakukan booking sebelumnya untuk mendapatkan kamar kosong, terutama di saat musim libur. Anda dapat menghubungi pihak hotel di sana atau mencari hotel di Pelabuhan Ratu secara online. Salah satu booking online yang populer di kalangan penikmat perjalanan adalah AGODA.

Cara Menuju Pelabuhan Ratu

Perjalanan wisata ke Pelabuhan Ratu dapat ditempuh dari Bogor atau Depok. Jika Anda ingin menaiki angkutan umum, Anda dapat mulai dari Terminal Baranangsiang di kota Bogor dengan mengambil bis jurusan Bogor – Pelabuhan Ratu. Perjalanan ini akan memakan waktu hingga sekitar 3,5 jam.
Jika Anda ke Pelabuhan Ratu menggunakan kendaraan pribadi, maka dari Depok Anda dapat memulai rute perjalanan dari Sawangan, lalu melewati Pengasinan, selanjutnya Sasak Panjang, Cilendek, Ciomas, Ramayana, Batu Tulis, dan kemudian Cijeruk hingga pada akhirnya sampai di kawasan wisata Pelabuhan Ratu.

Wisata Bandung – Kawah Putih Ciwidey


Kawah Putih adalah tempat wisata di Bandung yang paling terkenal. Berlokasi di Ciwidey, Jawa Barat, kurang lebih sekitar 50 KM arah selatan kota Bandung, Kawah Putih adalah sebuah danau yang terbentuk akibat dari letusan Gunung Patuha. Sesuai dengan namanya, tanah yang ada di kawasan ini berwarna putih akibat dari pencampuran unsur belerang. Selain tanahnya yang berwarna putih, air danau kawasan Kawah Putih juga mempunyai warna yang putih kehijauan dan dapat berubah warna sesuai dengan kadar belerang yang terkandung, suhu, dan cuaca.


Kawah Putih
Kawah Putih Ciwidey berada di kawasan pegunungan yang mempunyai ketinggian lebih dari 2.400 meter di atas permukaan laut. Dengan ketinggian tersebut, suhu udara di kawasan Kawah Putih tentu saja dingin dengan suhu 8 derajat Celsius sampai dengan 22 derajat Celsius, oleh karena itu jangan lupa membawa jaket atau memakai pakaian yang tebal.
Selain untuk dinikmati keindahannya oleh para wisatawan, Kawah Putih Ciwidey juga sering kali menjadi tempat kegiatan lain, misalnya pengambilan gambar film, melukis, foto pengantin, sampai dengan kegiatan mendaki dan berkuda.

Sejarah Kawah Putih


Kawah Putih
Cerita mengenai Kawah Putih bermula pada abad ke 10 di mana terjadi sebuah letusan hebat oleh Gunung Patuha. Setelah letusan ini, banyak orang beranggapan bahwa lokasi ini adalah kawasan angker karena setiap burung yang terbang melewati kawasan tersebut akan mati.
Seiring dengan berjalannya waktu, kepercayaan mengenai angkernya tempat ini mulai pudar, sampai akhirnya pada tahun 1837 ada seorang ahli botani dengan kebangsaan Jerman datang ke kawasan ini untuk melakukan penelitian. Peneliti yang bernama Dr. Franz Wilhelm Junghuhn tersebut sangat tertarik dengan kawasan pegunungan sunyi yang bahkan tidak ada burung yang terbang di atasnya sehingga ia berkeliling desa untuk mencari informasi. Pada saat itu, seluruh informasi yang ia dapatkan adalah bahwa kasawan tersebut angker dan dihuni oleh mahluk halus.
Bagi Dr. Franz Wilhelm Junghuhn, pernyataan masyarakat setempat tersebut tidaklah masuk akal. Karena tidak percaya dengan cerita-cerita tersebut, ia pergi ke dalam hutan rimba untuk mencari tahu apa yang ada di sana. Singkat cerita, akhirnya Dr. Franz Wilhelm Junghuhn berhasil mencapai puncak gunung, dan dari sana ia melihat keberadaan sebuah danau indah berwarna putih dengan bau belerang yang menyengat.
Sejak itu, keberadaan Kawah Putih Ciwidey menjadi terkenal dan mulai dari tahun 1987 pemerintah mengembangkan kawasan ini sebagai tempat wisata yang menawarkan pengalaman unik melihat danau yang dapat berubah warna.

Cara ke Kawah Putih


Kawah Putih Ciwidey
Kawah Putih yang beralamat di Jalan Raya Soreang Ciwidey KM 25 berlokasi tidak jauh dari tempat wisata Situ Patenggang dan dapat dicapai dengan mudah bila Anda membawa kendaraan pribadi karena terdapat banyak penunjuk jalan. Dari Jakarta, Anda hanya perlu menggunakan jalur tol Cipularang dan keluar melalui pintu tol Kopo. Dari sana Anda harus menuju ke Soreang dan berkendara ke bagian selatan Ciwidey.
Bila menggunakan kendaraan umum, Anda dapat naik angkot dari terminal Leuwi Panjang yang menuju ke terminal Ciwidey. Dari terminal Ciwidey, Anda dapat menggunakan angkot yang menuju Situ Patenggang dan turun di depan gerbang Kawah Putih.

Fasilitas di Kawah Putih


Kawah Putih Bandung
Karena telah dikembangkan sebagai kawasan wisata, Kawah Putih mempunyai fasilitas penunjang kenyamanan berwisata yang memadai, yaitu:
  • Area parkir yang luas
  • Mushola
  • Transportasi dari gerbang depan sampai dengan kawah
  • Pusat informasi
  • Restoran dan warung makanan
  • Toilet

Harga tiket masuk Kawah Putih Ciwidey


Kawah Putih Ciwidey Bandung
Harga tiket masuk Kawah Putih pada hari biasa dan hari libur serta akhir pekan adalah sama yaitu 15.000 Rupiah per orang, sedangkan untuk tarif kendaraan adalah sebagai berikut:
  • Parkir atas (mobil): 150.000 Rupiah
  • Parkir atas (motor): 35.000 Rupiah
  • Ontang-anting: 13.000 Rupiah
  • Parkir bawah (mobil): 6.000 Rupiah
  • Parkir bawah (motor): 5.000 Rupiah
  • Parkir bawah (bus): 25.000 Rupiah
Yang dimaksud dengan parkir atas adalah membawa kendaraan Anda sampai dengan lokasi kawah, bus tidak dapat parkir di atas. Maksud dari parkir bawah adalah memarkir kendaraan Anda di gerbang masuk kemudian Anda dapat naik ontang-anting untuk menuju kawah.
Apa itu ontang-anting? Ontang-anting berasal dari bahasa Sunda yang berarti ‘mondar mandir’ dan merupakan sebutan bagi kendaraan khas Kawah Putih Ciwidey. Kendaraan ini berupa mini bus yang telah dimodifikasi menjadi terbuka dan dilengkapi dengan pengaman. Kapasitas maksimal untuk 1 ontang-anting adalah 12 orang, namun jangan kuatir tidak kebagian tempat karena ada banyak ontang anting beroperasi di kawasan ini.

Jam buka Kawah Putih Ciwidey

Tempat wisata ini buka setiap hari dari jam 7 pagi sampai dengan jam 5 sore.

Tips wisata Kawah Putih Ciwidey

Agar perjalanan wisata Anda ke Kawah Putih lebih nyaman, simak tips-tips berikut ini:
  • Suhu udara yang dingin bukan berarti Anda aman dari sengatan matahari, gunakan sunblock sebelum beraktifitas di Kawah Putih
  • Bila Anda tidak kuat dengan bau belerang, bawahlah masker
  • Bila tidak mempunyai masker, Anda dapat membelinya di lokasi
  • Jangan terlalu lama berada di kawah karena dapat membuat pernafasan Anda terganggu, Anda dapat naik sebentar ke atas dan kemudian kembali lagi ke kawah bila masih ingin melihat pemandangan Kawah Putih
  • Bila rombongan Anda terdiri dari sedikit orang, sebaiknya memarkir kendaraan di gerbang dan kemudian lanjut menggunakan ontang-anting karena lebih murah, selain itu dengan ontang-anting Anda dapat menikmati pemandangan hutang pegunungan dengan jelas

Ada 'Kekuatan Tersembunyi' di Bawah Permukaan Danau Toba?

Menurut sejumlah ilmuwan, danau itu terbentuk karena erupsi hebat Gunung Toba yang terjadi pada 74.000 tahun lalu. Dilansir dari Daily Mail, letusan tersebut membinasakan sekitar 60 persen makhluk hidup pada saat itu.
Kala meletus, Gunung Toba memuntahkan 2.500 kilometer kubik lava, setara dua kali volume Gunung Everest. Erupsinya 5.000 kali lebih mengerikan dari letusan Gunung St Helens pada 1980 di Amerika Serikat.
Menurut situs Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), dalam waktu sekitar dua minggu, ribuan kilometer kubik puing dimuntahkan dari puncaknya. Aliran piroklastik--awan yang merupakan campuran gas panas, serpihan batu, dan abu--mengubur wilayah sekitar 20.000 kilometer persegi di sekitar kaldera.
Pasca-letusan, Gunung Toba meninggalkan kaldera modern yang dipenuhi air--menjadi Danau Toba. Sementara, Pulau Samosir terangkat oleh magma di bawah tanah yang tidak meletus.
Walaupun telah terjadi puluhan ribu tahun lalu, para peneliti memprediksi erupsi dahsyat Danau Toba akan terjadi lagi. Namun menurut mereka, peristiwa tersebut tampaknya tak akan terjadi dalam waktu dekat.
Ivan Koulakov dan rekan-rekannya dari Siberian Branch of the Russian Academy of Sciences, meneliti apa yang tersembunyi di bawah Danau Toba dengan menggunakan data seismik.
Tim peneliti itu membuat sebuah model yang dipublikasikan di jurnal Nature. Mereka menunjukkan bagaimana kolam magma tumbuh di bawah kaldera Toba. Meski terlihat tenang, peneliti mengatakan bahwa "mesin" yang menghasilkan magma akan terus aktif.
Dengan menggunakan data seismik untuk melacak sistem saluran Toba, mereka memperoleh saluran rumit dengan magma yang bergerak naik melalui tingkat tertentu.
Tim itu juga melacak magma hingga kedalaman 150 km. Pada level itu, sejumlah besar unsur-unsur kimia atmosfer dihasilkan di subduksi--batas antar lempeng yang bersifat konvergen.
Mereka kemudian bergerak ke atas dan mencair, berkumpul di dasar kerak, dan menciptakan reservoir magma seluas 50.000 kilometer kubik dengan kedalaman 75 kilometer. Proses tersebut terus berulang dan membentuk kerak reservoir dangkal yang dianggap bertanggung jawab atas terjadinya letusan dahsyat.
Meski terdapat kemungkinan letusan hebat terjadi lagi, para ilmuwan mengatakan bahwa kita tak perlu cemas akan hal tersebut.
"Terdapat kemungkinan bahwa, dalam jangka waktu panjang, letusan besar akan terjadi berulang kali hingga (sistem patahan) Investigator Fracture Zone, di mana menjadi sumber terbesar letusan dahsyat, menghujam ke bawah Toba," ujar ilmuwan seperti dilansir International Business Times.
Mereka menambahkan, magma cair dan volatil di kerak kemungkinan belum dicapai, sehingga letusan dahsyat berikutnya diperkirakan baru akan terjadi dalam beberapa puluh ribu atau ratusan ribu tahun mendatang.
Toba bukanlah satu-satunya supervolcano di mana reservoir magma ditemukan di dalamnya. Struktur serupa juga terdapat di supervocano Yellowstone di Amerika Serikat. Menurut peneliti, hal itu menunjukkan bahwa reservoir magma yang luas dan padat di bawah kerak Bumi merupakan mekanisme kunci penyebab letusan dahsyat.
Jika Yellowstone kembali meletus, kekuatan erupsinya diperkirakan ribuan kali lebih kuat dari letusan gunung St Helena pada 1980. Ia akan memuntahkan lava ke langit, sementara abunya yang panas akan mematikan tanaman dan mengubur wilayah sekitarnya hingga radius lebih dari 1.600 kilometer.
Tak hanya itu, dua pertiga wilayah Amerika Serikat bisa jadi tak dapat dihuni lagi karena udara beracun yang berembus dari kaldera.
Bahkan ada yang mengatakan bahwa abu hasil letusan dapat menghalangi sinar Matahari dan menyebabkan penurunan suhu Bumi secara drastis. Hal tersebut dapat mengakibatkan kelangkaan pangan dan kematian massal.

Bali: Sejarah Singkat Tentang Pulau Dewata

Tentang Pulau Bali, Indonesia, sekilas ulasan dan sejarah singkat Pulau Dewata, awal mula Bali sebagai tujuan wisata dan menjadi salah satu terbaik dunia


Pulau Bali

Bali adalah sebuah provinsi dari Republik Indonesia yang terletak diantara pulau Jawa dan pulau Lombok, pulau Bali juga terkenal dengan sebutan PULAU DEWATA, PULAU SERIBU PURA dan BALI DWIPA. Bali juga mempunyai beberapa pulau kecil yang termasuk dalam wilayah provinsi Bali, diantaranya adalah pulau Nusa Penida, pulau Nusa Lembongan, Pulau Ceningan, pulau Serangan, dan pulau Menjangan.
Konten
Pulau Bali
Sejarah Bali
Letak Geografis Pulau Bali
Bagian Wilayah
Peta Pulau Bali
Ibukota dari provinsi Bali adalah Denpasar yang terletak di sebelah selatan dari pulau Bali, Bali sangat terkenal diseluruh Indonesia dan bahkan di seluruh dunia sebagai daerah atau tujuan wisata dunia dengan seni dan kebudayaannya yang unik disertai dengan pemandangan alam dan laut yang indah.
Pulau dewata adalah tempat yang sangat baik untuk liburan keluarga ataupun untuk berbulan madu yang dilengkapi dengan fasilitas ataupun akomodasi tingkat dunia (world class), dan juga Bali memiliki banyak objek wisata yang terkenal di dunia yang menarik untuk dikunjungi.

Sejarah Bali

Bali telah dihuni oleh bangsa Austronesia sekitar tahun 2000 sebelum Masehi yang bermigrasi dan berasal dari Taiwan melalui Maritime Asia Tenggara. Budaya dan bahasa dari orang Bali demikian erat kaitannya dengan orang-orang dari kepulauan Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Oseania. Alat-alat batu yang berasal dari saat itu telah ditemukan di dekat desa Cekik di sebelah barat pulau Bali.
Pada masa Bali kuno, terdapat sembilan sekte Hindu yaitu Pasupata, Bhairawa, Siwa Shidanta, Waisnawa, Bodha, Brahma, Resi, Sora dan Ganapatya. Setiap sekte menghormati dewa tertentu sebagai Ketuhanan pribadinya. Budaya Bali sangat dipengaruhi oleh budaya India, Cina, dan khususnya Hindu, mulai sekitar abad 1 Masehi. Nama Bali Dwipa ("pulau Bali") telah ditemukan dari berbagai prasasti, termasuk pilar prasasti Blanjong yang ditulis oleh Sri Kesari Warmadewa pada tahun 914 Masehi yang menyebutkan "Walidwipa".
Pada masa itu sistem irigasi Subak yang kompleks sudah dikembangkan untuk menanam padi. Beberapa tradisi keagamaan dan budaya masih ada sampai saat ini dan dapat ditelusuri kembali pada masa itu. Kerajaan Hindu Majapahit (1293-1520 Masehi) di Jawa Timur mendirikan sebuah koloni di Bali pada tahun 1343. Ketika masa kejayaan sudah menurun, ada eksodus besar-besaran dari intelektual, seniman, pendeta, dan musisi dari Jawa ke Bali pada abad ke-15.
Pulau Dewata Bali
Kontak dari bangsa Eropa pertama kali dengan Bali diperkirakan telah terjadi pada tahun 1585 ketika sebuah kapal Portugis kandas di lepas Semenanjung Bukit dan meninggalkan beberapa orang Portugis dalam pelayanan Dewa Agung.
Pada tahun 1597 penjelajah Belanda yang bernama Cornelis de Houtman tiba di Bali dan dengan pembentukan Perusahaan India Timur Belanda pada tahun 1602, sebuah tempat didirikan untuk mengontrol kolonial dan dua setengah abad kemudian ketika pengontrolan dari pihak Belanda diperluas di seluruh Indonesia, kontrol politik dan ekonomi Belanda atas Bali dimulai pada tahun 1840-an di pantai utara pulau Bali, ketika itu Belanda mengadu domba antara kerajaan-kerajaan di Bali agar tidak percaya terhadap satu sama lain dan pada akhir 1890-an, perjuangan antara kerajaan Bali di selatan pulau Bali itu dimanfaatkan oleh Belanda untuk meningkatkan kendali mereka.
Belanda melakukan serangan angkatan laut dan darat besar-besaran di wilayah Sanur pada tahun 1906 dan bertemu dengan ribuan anggota keluarga kerajaan dan para pengikut mereka yang berjuang melawan pasukan Belanda dengan serangan defensif bunuh diri (puputan) yang dilakukan oleh anggota keluarga kerajaan dan ribuan pengikut mereka daripada menghadapi penghinaan menyerah dari Belanda.
Sekitar lebih dari 1.000 orang Bali meninggal pada saat itu melawan penjajah. Dalam intervensi Belanda di Bali pada tahun 1908, pembantaian serupa terjadi dalam menghadapi serangan Belanda di Klungkung. Setelah itu gubernur Belanda mampu melakukan kontrol administratif atas pulau Bali, tetapi kontrol lokal atas agama dan budaya umumnya tetap utuh.
Pada tahun 1930-an, antropolog Margaret Mead dan Gregory Bateson, dan seniman Miguel Covarrubias dan Walter Spies, dan musikolog Colin McPhee menciptakan citra barat tentang Bali sebagai "tanah terpesona yang damai dengan diri mereka sendiri dan alam", dan pariwisata Barat pertama kali dikembangkan di pulau Bali pada saat itu.
Imperial Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II. Pulau Bali awalnya bukan target dalam Kampanye Hindia Belanda mereka, tetapi karena lapangan terbang di Kalimantan yang tidak beroperasi karena hujan lebat tentara Kekaisaran Jepang memutuskan untuk menduduki Bali, yang tidak memiliki cuaca yang sebanding seperti Kalimantan.
Pulau Bali pada saat itu tidak memiliki tentara Royal Netherlands East Indies Army (KNIL), yang ada hanyalah Native Auxiliary Corps Prajoda (Korps Prajoda) yang terdiri dari sekitar 600 tentara asli dan beberapa petugas Belanda KNIL di bawah komando Letkol KNIL WP Roodenburg. Pada tanggal 19 Februari 1942 pasukan Jepang mendarat di dekat Sanur.
Pulau Bali cepat dikuasai oleh Jepang, selama pendudukan Jepang perwira militer Bali I Gusti Ngurah Rai, membentuk Bali 'bebas tentara'. Kurangnya perubahan kelembagaan dari waktu pemerintahan Belanda dan kerasnya permintaan resmi perang membuat pemerintahan Jepang sedikit lebih baik dari Belanda. Setelah Jepang menyerah di Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda kembali ke Indonesia termasuk Bali dan segera ingin mengembalikan administrasi sebelum perang kolonial mereka.
Hal ini ditentang oleh para pemberontak Bali yang pada saat itu sudah menggunakan senjata dari Jepang. Pada tanggal 20 November 1946, Pertempuran terjadi di Marga Tabanan di Bali tengah. Kolonel I Gusti Ngurah Rai, saat itu berusia 29 tahun, akhirnya membawa pasukannya ke Marga Rana, di mana mereka membuat serangan bunuh diri ke pihak Belanda yang bersenjata. Pasukan batalion Bali seluruhnya dihapus oleh Belanda, menghancurkan perlawanan terakhir dari perlawanan militer Bali.
Pada tahun 1946 Belanda menjadikan Bali sebagai salah satu dari 13 wilayah administratif dari negara bagian yang baru diproklamasikan oleh Indonesia Timur, lawan dari negara Republik Indonesia yang diproklamasikan dan dipimpin oleh Soekarno dan Hatta. Bali masuk dalam "Republik Indonesia" ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember 1949.

Letak Geografis Pulau Bali

Pulau Bali terletak kira-kira 3.2 km di sebelah timur pulau Jawa, dan kira-kira 8 derajat sebelah selatan khatulistiwa. Pulau Bali dan Jawa dipisahkan oleh Selat Bali. Dari timur ke barat memiliki panjang sekitar 153 km dan mempunyai lebar dari utara ke selatan sekitar 112 km, total luas pulau Bali adalah 5,632 km².
Pegunungan yang ada di bagian tengah pulau Bali memiliki beberapa puncak yang memiliki ketinggian lebih dari 3.000 meter dari permukaan laut. puncak yang tertinggi adalah Gunung Agung (3.142 meter), yang dikenal sebagai "gunung ibu" yang merupakan gunung berapi yang sudah tidak aktif.
Alam vulkanik Bali telah memberikan kontribusi untuk kesuburan yang luar biasa dan pegunungan tinggi yang menyediakan curah hujan tinggi yang mendukung sektor pertanian yang sangat produktif. Di sebelah selatan area pegunungan adalah daerah yang sangat luas, dari lereng pegunungan terus turun sampai daerah pantai di mana sebagian besar tanaman padi tumbuh dan berkembang besar di Bali.
Di sisi utara lereng pegunungan memiliki daerah yang lebih curam ke laut dan merupakan daerah penghasil kopi utama di Bali dan juga sayur-sayuran ataupun ternak. Sungai terpanjang di Bali adalah sungai Ayung, mengalir ke laut sekitar 75 km.
Pulau Dewata dikelilingi oleh laut yang banyak terdapat terumbu karang. Pantai di selatan cenderung memiliki pasir putih sementara yang di utara dan barat memiliki pasir hitam. Bali tidak memiliki saluran air besar, meskipun sungai Ho dilewati oleh kapal dengan sampan kecil.
Pantai yang ber-pasir hitam antara pantai Pasut dan pantai Klatingdukuh sedang dikembangkan oleh pemerintah Bali untuk pariwisata, tetapi selain dari pura yang ada di pantai Tanah Lot, pantai-pantai yang ber-pasir hitam lainnya belum digunakan untuk pariwisata secara signifikan.
Kota terbesar yang ada di Bali dan sekaligus merupakan ibukota provinsi Bali adalah Kota Denpasar, dekat dengan daerah pantai selatan. Populasinya adalah sekitar 491.500 jiwa (2002). Kota terbesar kedua di Bali adalah ibu kota kolonial tua yaitu Singaraja, yang terletak di pantai utara dan memiliki penduduk sekitar 100.000 orang.
Kota/Daerah penting lainnya yang termasuk resor pantai adalah Kuta, yang bisa dibilang bagian dari kawasan perkotaan Denpasar, dan Ubud yang terletak di utara Denpasar yang merupakan pusat budaya di pulau Bali.
Tiga pulau-pulau kecil yang terletak di sebelah tenggara secara administratif merupakan bagian dari Kabupaten Klungkung yaitu pulau Nusa Penida, pulau Nusa Lembongan dan pulau Nusa Ceningan. Pulau-pulau tersebut terpisahkan dari pulau Bali oleh Selat Badung.
Di sebelah timur terdapat Selat Lombok yang memisahkan Bali dari Lombok dan menandai divisi biogeografis antara fauna dari ecozone Indomalayan dan fauna khas yang berbeda dari Australasia. Transisi ini dikenal sebagai Garis Wallace (Wallace Line), yang diambil dari nama Alfred Russel Wallace yang pertama kali mengusulkan zona transisi antara dua bioma utama ini. Ketika permukaan air laut turun selama zaman es Pleistosen, Bali terhubung dengan Jawa dan Sumatra dan daratan utama Asia dan membagikan fauna Asia, tapi air yang dalam dari Selat Lombok terus menjaga Lombok dan daerah Sunda Nusantara yang lebih rendah terisolasi.

Bagian Wilayah

Provinsi Bali terbagi menjadi 8 kabupaten dan 1 kotamadya, yaitu:
NamaIbukotaLuas km²
Kabupaten JembranaNegara841.80
Kabupaten TabananTabanan839.30
Kabupaten BadungMangupura418.52
Kabupaten GianyarGianyar368.00
Kabupaten KlungkungSemarapura315.00
Kabupaten BangliBangli520.81
Kabupaten KarangasemAmlapura839.54
Kabupaten BulelengSingaraja1,365.88
Kotamadya DenpasarDenpasar123.98
Total-5,780.06

RAJA AMPAT

Kepulauan Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi di barat bagian Kepala Burung (Vogelkoop) Pulau Papua. Secara administrasi, gugusan ini berada di bawah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Kepulauan ini sekarang menjadi tujuan para penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya. Empat gugusan pulau yang menjadi anggotanya dinamakan menurut empat pulau terbesarnya, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta.

Asal-usul dan sejarah

Asal mula nama Raja Ampat menurut mitos masyarakat setempat berasal dari seorang wanita yang menemukan tujuh telur. Empat butir di antaranya menetas menjadi empat orang pangeran yang berpisah dan masing-masing menjadi raja yang berkuasa di Waigeo, Salawati, Misool Timur dan Misool Barat. Sementara itu, tiga butir telur lainnya menjadi hantu, seorang wanita, dan sebuah batu.
Dalam perjalanan sejarah, wilayah Raja Ampat telah lama dihuni oleh masyarakat bangsawan dan menerapkan sistem adat Maluku. Dalam sistem ini, masyarakat sekumpulan manusia. Tiap desa dipimpin oleh seorang raja. Semenjak berdirinya lima kesultanan muslim di Maluku, Raja Ampat menjadi bagian klaim dari Kesultanan Tidore. Setelah Kesultanan Tidore takluk dari Belanda, Kepulauan Raja Ampat menjadi bagian klaim Hindia Belanda.

Masyarakat

Masyarakat Kepulauan Raja Ampat umumnya nelayan tradisional yang berdiam di kampung-kampung kecil yang letaknya berjauhan dan berbeda pulau. Mereka adalah masyarakat yang ramah menerima tamu dari luar, apalagi kalau kita membawa oleh-oleh buat mereka berupa pinang ataupun permen. Barang ini menjadi semacam 'pipa perdamaian indian' di Raja Ampat. Acara mengobrol dengan makan pinang disebut juga "Para-para Pinang" seringkali bergiliran satu sama lain saling melempar mob, istilah setempat untuk cerita-cerita lucu.
Mereka adalah pemeluk Islam dan Kristen dan seringkali di dalam satu keluarga atau marga terdapat anggota yang memeluk salah satu dari dua agama tersebut. Hal ini menjadikan masyarakat Raja Ampat tetap rukun walaupun berbeda keyakinan.

Kekayaan sumber daya alam

Kepulauan Raja Ampat merupakan tempat yang sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai objek wisata, terutama wisata penyelaman. Perairan Kepulauan Raja Ampat menurut berbagai sumber, merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia. Bahkan, mungkin juga diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini.
Dr John Veron, ahli karang berpengalaman dari Australia, misalnya, dalam sebuah situs ia mengungkapkan, Kepulauan Raja Ampat yang terletak di ujung paling barat Pulau Papua, sekitar 50 mil sebelah barat laut Sorong, mempunyai kawasan karang terbaik di Indonesia. Sekitar 450 jenis karang sempat diidentifikasi selama dua pekan penelitian di daerah itu.
Tim ahli dari Conservation International, The Nature Conservancy, dan Lembaga Oseanografi Nasional (LON) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pernah melakukan penilaian cepat pada 2001 dan 2002. Hasilnya, mereka mencatat di perairan ini terdapat lebih dari 540 jenis karang keras (75% dari total jenis di dunia), lebih dari 1.000 jenis ikan karang, 700 jenis moluska, dan catatan tertinggi bagi gonodactyloid stomatopod crustaceans. Ini menjadikan 75% spesies karang dunia berada di Raja Ampat. Tak satupun tempat dengan luas area yang sama memiliki jumlah spesies karang sebanyak ini.
Ada beberapa kawasan terumbu karang yang masih sangat baik kondisinya dengan persentase penutupan karang hidup hingga 90%, yaitu di selat Dampier (selat antara Pulau Waigeo dan Pulau Batanta), Kepulauan Kofiau, Kepualauan Misool Tenggara dan Kepulauan Wayag. Tipe dari terumbu karang di Raja Ampat umumnya adalah terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam. Tetapi ditemukan juga tipe atol dan tipe gosong atau taka. Di beberapa tempat seperti di kampung Saondarek, ketika pasang surut terendah, bisa disaksikan hamparan terumbu karang tanpa menyelam dan dengan adaptasinya sendiri, karang tersebut tetap bisa hidup walaupun berada di udara terbuka dan terkena sinar matahari langsung.
Spesies yang unik yang bisa dijumpai pada saat menyelam adalah beberapa jenis kuda laut katai, wobbegong, dan ikan pari Manta. Juga ada ikan endemik raja ampat, yaitu Eviota raja, yaitu sejenis ikan gobbie. Di Manta point yg terletak di Arborek selat Dampier, Anda bisa menyelam dengan ditemani beberapa ekor Pari Manta yang jinak seperti ketika Anda menyelam di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Jika menyelam di Cape Kri atau Chicken Reef, Anda bisa dikelilingi oleh ribuan ikan. Kadang kumpulan ikan tuna, giant trevallies dan snappers. Tapi yang menegangkan jika kita dikelilingi oleh kumpulan ikan barakuda, walaupun sebenarnya itu relatif tidak berbahaya (yang berbahaya jika kita ketemu barakuda soliter atau sendirian). Hiu karang juga sering terlihat, dan kalau beruntung Anda juga bisa melihat penyu sedang diam memakan sponge atau berenang di sekitar anda. Di beberapa tempat seperti di Salawati, Batanta dan Waigeo juga terlihat Dugong atau ikan duyung.
Karena daerahnya yang banyak pulau dan selat sempit, maka sebagian besar tempat penyelaman pada waktu tertentu memiliki arus yang kencang. Hal ini memungkinkan juga untuk melakukan drift dive, menyelam sambil mengikuti arus yang kencang dengan air yang sangat jernih sambil menerobos kumpulan ikan.

Peninggalan prasejarah dan sejarah

Di kawasan gugusan Misool ditemukan peninggalan prasejarah berupa cap tangan yang diterakan pada dinding batu karang. Uniknya, cap-cap tangan ini berada sangat dekat dengan permukaan laut dan tidak berada di dalam gua. Menurut perkiraan, usia cap-cap tangan ini sekitar 50.000 tahun dan menjadi bagian dari rangkaian petunjuk jalur penyebaran manusia dari kawasan barat Nusantara menuju Papua dan Melanesia.
Sisa pesawat karam peninggalan Perang Dunia II bisa dijumpai di beberapa tempat penyelaman, seperti di Pulau Wai.

Akses

Mengunjungi kepulauan ini tidaklah terlalu sulit walau memang memakan waktu dan biaya cukup besar. Kita dapat menggunakan maskapai penerbangan dari Jakarta atau Bali ke Sorong via Makassar atau Ambon dan Manado selama kurang lebih 6 jam penerbangan. Dari Sorong, kota yang cukup besar dengan fasilitas lumayan lengkap. Untuk menjelajahi Raja Ampat pilihannya ada dua, ikut tur dengan perahu pinisi atau tinggal di resort Raja Ampat Dive Lodge. Sekalipun kebanyakan wisatawan yang datang ke Raja Ampat saat ini adalah para penyelam, sebenarnya lokasi ini menarik juga bagi turis non penyelam karena juga memiliki pantai-pantai berpasir putih yang sangat indah, gugusan pulau-pulau karst nan mempesona dan flora-fauna unik endemik seperti cendrawasih merah, cendrawasih Wilson, maleo waigeo, beraneka burung kakatua dan nuri, kuskus waigeo, serta beragam jenis anggrek.

Ancaman terhadap kepulauan ini

Kekayaan keanekaragaman hayati di Raja Ampat telah membuat dirinya memiliki tingkat ancaman yang tinggi pula. Hal itu bisa dilihat dari kerusakan terumbu karang dan hutan. Kerusakan terumbu karang umumnya adalah karena aktivitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan seperti bom, sianida dan akar bore (cairan dari olahan akar sejenis pohon untuk meracun ikan).

Usaha-usaha konservasi

Untuk menjaga kelestarian bawah laut Kepulauan Raja Ampat, usaha-usaha konservasi sangat diperlukan di daerah ini. Ada dua lembaga internasional yang konsen terhadap kelestarian sumber daya alam Raja Ampat, yaitu CI (Conservation International) dan TNC (The Nature Conservancy). Pemerintah sendiri telah menetapkan laut sekitar Waigeo Selatan, yang meliputi pulau-pulau kecil seperti Gam, Mansuar, kelompok Yeben dan kelompok Batang Pele, telah disahkan sebagai Suaka Margasatwa Laut. Menurut SK Menhut No. 81/KptsII/1993, luas wilayah ini mencapai 60.000 hektare.
Selain itu, beberapa kawasan laut lainnya telah diusulkan untuk menjadi kawasan konservasi. Masing-masing adalah Suaka Margasatwa Laut Pulau Misool Selatan, laut Pulau Kofiau, laut Pulau Asia, laut Pulau Sayang dan laut Pulau Ayau.